April 5, 2025

4:37:07 AM

Ligamalaysia | Ragam Hal Menarik Di Dunia Sepak Bola

Mengulik beragam cerita yang terjadi baik dalam lapangan ataupun di luar lapangan sepak bola

Format Baru Pada Liga Champions 2024-2025
2025-03-05 | admin2

Format Baru Pada Liga Champions 2024-2025 Yang Memiliki Jadwal Pertandingan Yang Banyak

Format baru Liga Champion (UCL) merasa 2024/2025 tak kembali di awali berasal dari fase penyisihan grup, melainkan berasal dari fase penyisihan liga atau league phase. Sejak tahun ini, UCL diikuti 36 tim, naik berasal dari edisi pada mulanya yang hanya 32 tim. Lantas, apa alasan UEFA menghapus fase grup dan Mengenakan format baru?

Perubahan format dengan penghapusan fase penyisihan grup akan menjadi pembeda UCL merasa musim ini dibandingkan dengan yang sudah-sudah. Pasalnya, fase grup udah dipakai UCL sejak musim 1991/1992 atau sejak pertama kali kompetisi ini menyandang nama Liga Champion. Sebelum itu, UCL yang dikenal sebagai European Cup, gunakan format babak gugur saja.

Perubahan kuantitas peserta UCL merasa 2024/2025 ini juga menjadi kali pertama sejak 2003/2004. Selama 2 dasawarsa, UCL paten gunakan format 32 tim dengan fase grup, sesudah itu babak gugur di awali berasal dari 16 besar.

Dalam rentang 2003/2004 hingga 2023/2024 lalu, keseluruhan 32 tim yang tampil di babak utama, dibagi ke di dalam 8 grup. Berikutnya, 2 tim teratas berasal dari tiap-tiap grup akan tampil di 16 besar. Sementara itu, tim peringkat ke-3 grup akan terjun ke babak gugur atau playoff-gugur Liga Europa (UEL).

Kali ini, tak tersedia kembali fase penyisihan grup. UCL 2024/2025 akan di awali dengan fase liga yang diikuti 36 tim dengan klasemen tunggal. Sebanyak 24 tim teratas akan tampil di fase gugur. Catatan perlu lain, tidak tersedia kembali tim UCL yang akan terjun ke UEL.

Alasan Fase Grup Ditiadakan

Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) menunjukkan bahwa penghapusan proses penyisihan grup menjadi fase liga akan tingkatkan kompetisi UCL. Pasalnya, tiap-tiap tim akan menjajal lawan lebih banyak ketimbang fase grup.

Pada fase penyisihan liga, ke-36 tim di tempatkan di 1 klasemen tunggal. Namun, para peserta tidak akan bersua satu serupa lain. Melainkan, tiap-tiap tim memiliki bagian 8 laga dengan 8 lawan berbeda.

Penentuan lawan didasarkan pada pot unggulan. Ada 4 pot yang diisi 9 tim per-pot. Dengan begitu, tiap-tiap tim akan menghadapi 2 lawan berasal dari 1 pot, atau jikalau dijumlahkan sebanyak 8 lawan berbeda berasal dari 4 pot berbeda.

Total 8 laga yang dijalani tiap-tiap tim di league phase itu meliputi 4 partai home dan 4 partai away. Dengan demikian, tiap-tiap tim di fase penyisihan liga tak akan bersua lawan yang serupa untuk 2 leg. Laga 2 leg baru berlaku di fase gugur yang di awali berasal dari playoff-16 besar serta babak utama 16 besar.

“Hal ini memberi peluang bagi klub untuk menguji diri mereka sendiri melawan lawan yang lebih beragam. Ini juga tingkatkan prospek bagi para fans untuk memandang tim-tim papan atas saling berhadapan lebih kerap dan lebih awal di dalam kompetisi,” tulis keterangan UEFA di dalam laman resminya.

“Hal ini juga akan menghasilkan pertandingan yang lebih homepws.com kompetitif bagi tiap-tiap klub secara keseluruhan,” sambung UEFA.

Konsep league phase ini memang jauh berbeda halnya dengan fase grup. Misalnya, format UCL pada periode 2003/2004 hingga 2023/2024 selanjutnya selagi fase penyisihan di awali dengan 4 tim per-grup. Dalam fase itu, tiap-tiap tim akan meniti 6 laga dengan 3 lawan berbeda. Satu lawan akan dihadapi di dalam 2 leg kandang-tandang.

Perubahan fase grup menjadi fase liga, disebut UEFA juga akan membuat seluruh laga babak penyisihan nanti akan krusial. Untuk lolos ke fase gugur, tiap-tiap tim perlu duduki posisi 24 besar berasal dari 36 tim.

Penentuannya, 8 tim teratas fase liga lolos otomatis ke babak utama 16 besar. Sedangkan tim peringkat 9-16 akan bersua tim peringkat 17-24 untuk fase playoff-gugur. Pemenang playoff-gugur akan lolos ke 16 besar untuk menantang 8 tim teratas tersebut.

“Setiap pertandingan penting. Format liga baru akan menegaskan bahwa hasil apa pun berpotensi merubah posisi tim secara drastis, hingga dan juga pertandingan terakhir,” terang UEFA.

“Menang atau kalah di dalam pertandingan terakhir fase liga mampu menentukan apakah tim lolos otomatis ke babak 16 besar, masuk babak play-off, atau tersingkir berasal dari kompetisi serupa sekali,” sambung UEFA.

Format Baru UCL 2024/2025: Tidak Ada Siklus Sevilla

Perubahan signifikan lain berasal dari format baru ialah tak tersedia bisa saja kembali bagi tim asal UCL terjun untuk mendapatkan second chance di UEL. Pasalnya, tim yang gagal lolos ke fase gugur UCL akan otomatis tersingkir berasal dari kompetisi.

“Tim yang berada di posisi ke-25 atau lebih rendah akan tereliminasi, tanpa akses ke Liga Europa,” tulis UEFA.

Perubahan ini menutup peluang terciptanya siklus unik yang kerap dialami Sevilla. Los Nervionenses yang berstatus sebagai tim tersukses UEL (7 kali juara) ini memang kerap menciptakan keajaiban dengan format lama.

Sevilla di dalam lebih dari satu musim terakhir kerap kali tampil di fase grup UCL. Menariknya, Los Nervionenses justru kerap berkutat di UEL selama periode tersebut. Seperti musim 2022/2023 lalu, mereka menjuarai UEL biarpun sempat tampil di fase grup UCL.

Baca Juga : Dari Penemu Hingga Menjadi Olahraga Paling Populer di Dunia

Pada musim tersebut, Sevilla hanya duduki posisi ke-3 Grup G UCL 2022/2023. Alhasil, Los Nervionenses terjun ke playoff gugur UEL 2022/2023. Sevilla sesudah itu lolos ke final untuk mengondol gelar ke-7 UEL.

Hal yang serupa diciptakan Sevilla musim 2015/2016 silam. Mereka selagi itu menghuni posisi ke-3 Grup D yang membuat Los Nervionenses lolos ke fase gugur 32 besar UEL 2015/2016. Di akhir kompetisi, Sevilla capai gelar UEL. Sevilla tercatat 2 kali terjun ke fase gugur UEL di dalam 3 peluang terakhir tampil di fase grup UCL.

Hal serupa pernah diciptakan Chelsea musim 2012/2013 silam. Kala itu, Chelsea memang tampil di fase grup UCL 2012/2013 lantaran berstatus sebagai juara bertahan UCL 2011/2012.

Mereka sesudah itu hanya duduki posisi ke-3 grup UCL untuk terjun ke fase gugur UEL. The Blues sesudah itu membayar kegagalan di UCL dengan menjuarai UEL musim 2012/2013. Prestasi itu menjadi unik, sebab Chelsea menjadi jawara UCL dan UEL di dalam 2 musim beruntun.

Sejarah yang diciptakan Chelsea mengerti tak akan kembali terulang. Pasalnya, tim juara UCL otomatis akan lolos ke UCL musim berikutnya. Pun demikian, tim berasal dari UCL dipastikan tak akan mampu terjun ke UEL.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Prestasi Shin Tae-Yong
2025-02-05 | admin2

7 Prestasi Shin Tae-Yong Saat Tangani Timnas Indonesia

Banyak pelatih yang dulu menangani timnas Indonesia jadi berasal berasal dari juru taktik lokal maupun asing. Pelatih lokal yang dulu menangani timnas Indonesia di antaranya adalah Danurwindo, Benny Dollo, Rahmad Darmawan, dan Bima Sakti. Sementara, lebih berasal dari satu nama asing yang sempat menjadi pelatih timnas Indonesia yakni Alfred Riedl, Luis Milla, Simon McMenemy, dan Shin Tae-yong.

Performa timnas Indonesia sesungguhnya tidak begitu cemerlang. Timnas Indonesia senior pun paling akhir kali juara terhadap 2008 di turnamen Piala Kemerdekaan. Meski begitu, senantiasa ada pelatih-pelatih yang membawa timnas Indonesia ke final seperti Alfred Riedl di Piala AFF.

Timnas Indonesia masa Alfred Riedl lolos ke final Piala AFF 2010 dan 2016 meski tak sukses juara di dua edisi tersebut. Pencapaian paling baik timnas Indonesia di dalam satu dekade paling akhir tercipta selagi dilatih Shin Tae-yong.

Deretan Pencapaian Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong diperkenalkan sebagai pelatih timnas Indonesia terhadap Desember 2019 selagi kualifikasi Piala Dunia 2022 senantiasa berlangsung. Pelatih asal Korea Selatan itu wajib melanjutkan tugas Simon McMenemy yang dipecat dan mendampingi timnas Indonesia di sisa laga kualifikasi. Setelah Indonesia babak belur di Kualiaifikasi Piala Dunia 2022, Shin Tae-yong membawa pemain muda di bawah 23 tahun untuk berlaga di Piala AFF 2020.

Pemain-pemain muda timnas Indonesia sukses menjadi runner-up Piala AFF 2020. Peringkat ke-2 di Piala AFF 2020 cuma satu berasal berasal dari lebih berasal dari satu pencapaian yang diberikan Shin Tae-yong selama melatih timnas Indonesia. Berikut prestasi Shin Tae-yong di timnas Indonesia:

1. Runner-up Piala AFF 2020

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Shin Tae-yong beri tambahan keyakinan kepada para pemain muda untuk membela timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Pemain-pemain muda itu membawa Indonesia ke final Piala AFF, namun wajib mengakui keistimewaan Thailand yang menang telak 6-2.

2. Lolos Piala Asia Semua Usia

Shin tae-yong mengantarkan timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya sejak 2007. Bukan cuma di timnas senior, Shin Tae-yong juga membawa tim U20 dan U23 lolos kualifikasi Piala Asia 2023.

Sayangnya, perjalanan Indonesia di Piala Asia U20 cuma hingga babak grup. Sementara, timnas Indonesia finis sebagai tim peringkat keempat di Piala Asia U23. Indonesia kalah 0-2 berasal berasal dari Uzbekistan di semifinal dan takluk 1-2 berasal berasal dari Iraq terhadap laga perebutan peringkat ketiga.

Adapun di Piala Asia 2023, timnas Indonesia senior lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya di kompetisi itu. Namun, tersingkir sesudah menderita kekalahan 0-4 berasal berasal dari Australia.

3. Medali Perunggu SEA Games 2021

Timnas U23 Indonesia yang bertanding di SEA Games 2021 capai medali perunggu di bawah kepelatihan Shin Tae-yong. Skuad Garuda Muda mengalahkan Malaysia bersama dengan bersama dengan skor 4-3 via babak adu penalti di dalam pertandingan perebutan jepang slot medali perunggu.

4. Runner-up Piala AFF 2023

Shin Tae-yong ulang membawa Indonesia ke final Piala AFF U23 2023 bersama dengan bersama dengan pemain-pemain seperti Ernando Ari, Alfeandra Dewangga, hingga Ramadhan Sananta. Namun, Indonesia lagi-lagi wajib senang sebagai runner-up selagi itu usai kalah 5-6 terhadap babak adu penalti berasal berasal dari Vietnam.

5. Lolos ke Ronde Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia mengukir peristiwa usai melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Indonesia udah dulu bermain di Piala Dunia 1938. Bahkan, Indonesia merupakan negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia. Namun, selagi itu timnas Indonesia senantiasa bertanding bersama dengan bersama dengan nama Hindia Belanda.

6. Timnas Indonesia Lolos ke Piala Asia 2027

Keberhasilan melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sekaligus mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Asia 2027. Hal itu berlangsung karena Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) manfaatkan babak ke-2 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia sebagai putaran ke-2 Kualifikasi Piala Asia 2027.

Dua tim teratas berasal berasal dari sembilan grup berhak lolos ke ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sekaligus ke putaran final Piala Asia 2027.

7. Mendongkrak Peringkat FIFA Timnas Indonesia

Saat Shin Tae-yong jadi melatih terhadap awal 2020, timnas Indonesia berada di peringkat ke-173 di dalam ranking FIFA. Lima tahun kemudian, Indonesia kini berada di urutan ke-127 berdasarkan ranking FIFA per Januari 2025.

Share: Facebook Twitter Linkedin